Kamis, 25 November 2010

Surat Yang Tak Tersampaikan..

1 Agustus 2010
Ukhtyku Sayang..

Assalamu'alaikum..

Apa kabar ukhty? baik-baik sajakah kau disana? lama nian tidak berjumpa,mendengar kabarmu pun sudah jarang kini.
Aku mungkin yang terlalu sibuk hingga tak sempat menanyakan kabarmu,maafkan aku. Apa yang sedang kau lakukan saat ini,ukh? heem,biar kutebak : kau pasti sedang sibuk dengan agenda dakwah yang selalu tersusun rapi di jurnalmu seperti kebiasaanmu sejak dulu atau kau sedang menikmati saat indah berduaan dengan-NYA?yang selalu membuatku cemburu.

Ukhty,aku benar2 merindukanmu,mengenang kembali semua tentang kita membuat sesak didadaku. Bukan memberatkanku tapi saat aku mengingat masa2 itu,aku justru tak menemukan sosokmu hari ini. Aku seperti bermimpi. Mungkin mataku saja yang kurang tajam menangkap sosokmu,telingaku saja yang kurang peka untuk mendengar segala info tentangmu atau hatiku saja yang ternyata terlalu mati untuk merasakan apa yang mungkin kau rasakan saat ini. Aku masih terus berdoa agar Alloh mempertemukan kita kembali..

21 September 2010
Ukhtyku Sholehah..

Aku bahagia hari ini mendengar kabar tentangmu.Meski hanya sebuah kabar singkat,itupun dari seorang teman,aku tetap bahagia karena ternyata kau baik2 saja.Kudengar,kau masih seperti yang dulu. Tetap semangat dan selalu menjalani hari-hari dengan optimismu. Aku tersenyum dan hatiku teramat lega. Seorang teman pun menyarankan agar aku melihat facebookmu,dia bilang mungkin aku akan mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan2ku kemarin.
Melihat keadaan seseorang lewat facebooknya? lucu bagiku.Kau tak mungkin se-Ceroboh itu,membeberkan keadaanmu setiap saat melalui facebook. 

Ukhty,tidak ada yang salah dengan facebookmu. Kulihat disana,semua masih dalam batasan.Tapi.......ada yg berubah.Aku menangkapnya. Allahu Rabbi,kau kah di foto itu ukhty? dengan hijab yang mulai "meninggi" & bercengkerama dengan para lelaki yang (setauku) bukan makhrommu? Aku menepuk-nepuk kepalaku,itu pasti bukan kau.Tak mungkin kau! Aku pun beralih ke wall-mu,status2 yang kau tulis,mengapa banyak yang bertema cinta??Sekali lagi,aku berpikiran baik tentangmu,status2 yang kautulis  itu tidak lebih dari doa yang (mungkin) kau panjatkan tentang   cintamu beserta ke-halal-an yg menyertainya. Aku semakin merindukanmu. Teringat kala aku "terjatuh",kau lah orang yang selalu membantuku berdiri tegak kembali.Bahkan masih segar diingatanku,saat aku hampir terperosok ke jurang maksiat yang mungkin akan membuatku menjadi hina,kau lah orang yang selalu memegangiku. Menarik tanganku. Kala itu,aku begitu bosan mendengar " ceramah" mu tapi sekaligus merindukannya hingga aku kembali menegakkan kepala & bersamamu aku mampu bangkit. Menjadi muslimah yang lebih taat dari sebelumnya,begitu yang sering kita ucapkan.. Aku merindukan semuanya,ukhty...

24 November 2010
 Ukhtyku,yang selalu diberkahi Alloh..

Akhirnya aku menyadari (kini) semuanya bahwa sudah menjadi sunnatullah,di dalam dakwah,ada yang datang pun ada yang pergi, ada yang bertahan pun ada yang terlempar. Saat ukhuwah menjadi tidak lebih baik dari kesendirian bagimu pun saat "kebebasan" yang kau tuntut ternyata terlalu jauh dari batasan yang (harusnya) sudah sama2 kita mengerti atau bahkan saat ikatan tarbiyah tidaklah menjadi penting lagi untuk mampu menahanmu tetap di "barisan" ini,aku hanya mampu menyerahkannya pada Alloh...Benar2 pada Alloh. Meski hatiku menjerit bahkan menyesali karena aku gagal membantumu berdiri saat kau terjatuh seperti saat kau membantuku saat aku terjatuh dan tak mampu memegangimu untuk tak mendekati "jurang" itu seperti kau mampu menarikku saat aku hampir memasuki jurang yang sama. Aku gagal!

Ukhtyku,yang akan selalu sholehah..
apapun pilihanmu,apapun pandanganmu kini,semoga Alloh selalu membersamaimu.Aku tak akan menghakimimu. Semoga Alloh Tetap memberimu penerang agar mampu membedakan mana yag Haq dan mana yang batil,mana yang halal dan mana yang haram. Tidak akan ada yang berubah dariku terhadapmu,selama kau tidak menyekutukan Alloh secara terang-terangan,aku tidak akan memerangi ataupun memenggal kepalamu..hehee..^_^

Selalu ada namamu disetiap robithohku,maka teruslah mendoakan ke-istiqomahan padaku karena hanya dengan itu aku mampu mendekati-NYA sembari berbisik :"Ya Alloh,kembalikan ukhtyku seperti dulu.Agar barisan ini semakin kuat.Barisan orang2 yg terasing.."

With Love,in the rain..

     - W N A -

Minggu, 21 November 2010

Sebuah Pembelajaran Berharga.. .

   Menjadi asing dengan kota kelahiran. Walau hanya dalam hitungan tak lebih dari 5 hari,tapi pesona  desa ini  mampu memikat hidupku & mengalahkan pesona kota yang telah 21 tahun membersamaiku...

    Sebuah pembelajaran berharga dalam hidupku,telah kudapatkan meski dalam waktu singkat "petualangan"ku. Bahwa :

1. Benar hidup adalah tentang penyerahan total kepada Rabb semesta alam.

2. Benar tentang kontinuitas serta  konsistensi keimanan seseorang bergantung (hanya) pada dirinya sendiri.bukan orang lain.

3. Benar kesederhanaan sesungguhnya adalah menerima jika diberi namun tidak mencaci jika tidak diberi.

4. Benar jika ketenangan hanya akan didapat jika seorang hamba bisa mengambil hikmah disetiap penciptaan yang telah ada.

5. Benar ketika sebuah keberhasilan adalah buah dari kerja keras tak kenal lelah.

     
   Aku belajar pada sawah yang menguning & petani yang selalu giat menggarap ladangnya sebagai bentuk tanggung jawab tanpa mendahulukan hitungan keuntungan yg akan didapat. Juga pada tawa-tawa kecil penuh kesederhanaan,kepasrahan namun tetap menghasilkan semangat tak terhingga disetiap harinya.

  Arah hidup (sepertinya) akan kuputar. Menghabiskan waktu di pedesaan,tetap berdakwah dengan melayani sesama.(belajar) melalui penyerahan total kepada Rabb semesta dengan memahami serta menjalani hidup dengan sederhana...

@ Ringin Anom,Madiun JATIM. Nov,19th 2010


Rabu, 03 November 2010

Alloh,Hanya Kekuatan-MU yg Aku Butuh Saat ini...

Alloh,aku senang berada dijalan ini. Bertemu dengan mereka yang sama-sama mencintai-MU tanpa pamrih.
Alloh,aku bangga berada dibarisan ini. Bersama dengan mereka yang beribadah pada-MU tanpa letih.
Alloh,aku mencintai lingkaran ini. Berpegang erat pada Tali-MU tak perduli pada ringkih.

Alloh,sesakit apapun luka aku percaya ini hanya sebuah ujian dari-MU
Alloh,seperih apapun ujian ini aku percaya besarnya cinta-MU
Alloh,sebesar apapun cinta ini aku percaya tak kan cukup untuk menandingi-MU

KAU pernah berkata,
Sudah menjadi suratan jika ada yang pergi maka pasti akan ada yang datang
Sudah menjadi takdir jika ada yang terlempar maka pasti akan ada yang bertahan.
Sudah menjadi biasa jika ada yang berkhianat maka pasti akan ada yang tetap setia

Aku yang pernah salah,
Aku yang pernah jengah,
Aku yang pernah lengah,
Mohon ampun hanya padamu,Ya Izzati Rabbi..

Untitled

Rabbi,
Aku tak sanggup mencintai-MU
Setinggi cinta Syahidah- Mu, Sumayyah
Setegar cinta yang kokoh dipancangkan Hajar
Segigih komitmen Asma binti abu bakar
Ataupun penyerahan total selayaknya Khadijah..

Illahi,
Aku tak sanggup mencintai-MU
Dengan kesabaran menanggung derita
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa, hingga Al-Musthafa
Karena itu izinkan aku mencintai-MU
Melalui keluh kesah pengaduanku pada-MU
Atas derita batin dan jasadku
Atas sakit dan ketakutanku…

Allahu Raahmaanurahiim, Ilahi Rabbi
Perkenankanlah aku Mencintai-MU semampuku
Agar cinta itu mengalun dalam jiwaku
Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku…

Hingga jika kelak ku terbalut kecewa (lagi),
Kan kulepaskan dgn kehanggatan cinta-Mu.....
Hingga jika kelak ku berkawan dgn khilaf (lagi),
Kan ku hindari dgn kesadaran tulus akan-MU...

*Ku Tau,cinta-MU yg mampu selamatkanku dr cinta pembunuh yg mengintaiku kini...

Senin, 11 Oktober 2010

Antara Pelantikan, "Bidik Misi", hingga "jumpa Fans ala MEDIKNAS ( Bab 1 )


11 oktober 2010

* GOR 27 September

     Kunjungan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh ke Universitas Mulawarman dalam rangka Pelantikan Rektor Baru serta Dialog bersama Mahasiswa tidak lah lebih dari omong kosong belaka! "SAMBUTAN HANGAT" berupa aksi oleh Mahasiswa di depan GOR 27September,hanya disambut lambaian tangan penuh kemesraan oleh MENDIKNAS tercinta.Puluhan bahkan (mungkin) ratusan personel dari kepolisian diturunkan untuk memberi pengamanan. Tidak hanya itu,pengamanan dari dalam kampus pun telah disiapkan. Para security yang berdiri di depan pagar GOR 27 September,tak ubahnya seperti boneka pajangan yang siap bergerak jika tombol on/off dibelakang tengkuk ditekan. Tidak banyak manfaat yang didapat dari kedatangan MENDIKNAS hari ini ,kecuali : RASA BANGGA PADA REKTOR YANG BARU DILANTIK!

     Kejadian yang terjadi selama aksi berlangsung :
1. Bentrok mahasiswa-aparat (insiden: Presma UNMUL oleh security)
2. Boikot jalan oleh Mahasiswa.
3. Dialog Mahasiswa-Mendiknas (lebih mirip acara jumpa fans!)

*Auditorium
    Dialog Mahasiswa-Mendiknas yang juga dihadiri oleh Mahasiswa baru hasil dari program "bidik misi" 2010. Moment yang harusnya membawa angin segar bagi Mahasiswa karena aspirasi serta tuntutan telah disampaikan kepada Rektor yang baru melalui Mediasi oleh MENDIKNAS,justru hanya membawa kekecewaan yang mendalam bagi para mahasiswa.Karena undangan yang seharusnya dimulai sejak pukul 11.oo dan baru berakhir (harusnya) pukul 13.00,ternyata berakhir lebih cepat. MENDIKNAS hadir tidak lebih dari 30 menit dan hanya mendengarkan pemaparan yang disampaikan oleh Presma bem UNMUL terkait tuntutan yang melandasi aksi pada hari ini. Desakan dari para mahasiswa mengenai penandatanganan MOU - 100 hari untuk Rektor yang telah dilantik,tidak digubris dengan baik oleh MENDIKNAS selaku mediator. 
Para Mahasiswa hasil program ( fiktif,jauh dari solutif) "BIDIK MISI",justru lebih menarik untuk didengar telinga milik MENDIKNAS tercinta! sanjungan bahkan pujian,sengaja dibom-bardir oleh para mahasiswa tersebut (ke-enak-an tu MENDIKNAS)!

  Miris rasanya,para punggawa pendidikan yang memperjuangkan nasib beribu-ribu mahasiswa di kampus unmul,tidak pernah didengar sedangkan nasib sebagian mahasiswa (yang katanya) kurang mampu justru diperhatikan hingga dicarikan solusi (yang katanya lagi) sudah benar-benar solutif,dengan "BIDIK MISI"! tidak bermaksud menyalahkan mahasiswa program "bidik misi" hanya saja,programnya yang harus dikupas tuntas.Jangan sampai,program "bidik misi" ini hanya sebuah program fiktif yang seolah-olah membawa bantuan super dasyat bagi mahasiswa yang kurang mampu,diawal,namun menjadi malapetaka bagi mahasiswa itu sendiri pada akhirnya.Haknya sebagai mahasiswa aktif,di-kebiri!tak lebih dari boneka sebagai perpanjangan tangan dari sistem politik pencitraan yang dianut pemerintah saat ini. Isu PPG dan DPF,dikubur dalam-dalam dan ditanami bunga bidik misi diatasnya!
MENDIKNAS,cuma numpang exsist di UNMUL.No dialog,No answer!

*to be continue..(bab II)


Jumat, 03 September 2010

Aku Baik-baik Saja...


Aku Baik" Saja,Maka Tenanglah..

Aku Masih Terus Mencoba,Maka Bersemangatlah..


Pun Semua Terasa Berbeda Kini Tapi Yakinlah Kita Mampu Membuatnya Terlihat Biasa" Saja..

Kita Punya DIA yg Lebih Penyayang dari mereka ataupun darinya..

Dialog ini Belumlah Usai,Karena Kita Akan Terus Membersamai Wahai Hatiku.. ^_^

*Dialog singkat bersama hati tentang semua hal ditakutkan..Tentang Masa lalu bersama Kesalahan-kesalahan yang terus mengejar hingga masa depan yang terus selalu ingin mengajak berlari...Tapi, aku tak pernah takut lagi..seberapa pun kuat semua itu ingin mengahampiri atau bahkan ingin membenamkanku..aku akan lebih kuat untuk membuatnya terasa biasa- biasa saja... Karena takdirku telah ditulis di lauhful mahfudz,tugasku hanya berdoa dan berusaha..selebihnya,terserah Rabbku saja..^_^

Rabu, 01 September 2010

Apa Salah Sayyid Qutb?


Baru-baru ini lantang terdengar usulan untuk melarang buku-buku tulisan Sayyid Qutb. Alasannya, buku-buku inilah yang menyuburkan ideologi 'terorisme' di Indonesia. Oleh karenanya, menghentikan cetakannya, distribusinya dan melarangnya adalah sebuah solusi yang dianggap sangat efektif untuk mematikan ideology 'teror'.

Satu hal yang perlu kita bertanya, apa yang dimaksud dengan ideology terror itu? Apakah ayat dan hadits yang diuraikan oleh ulama mujahid termasuk ideology terror? Kalau memang seperti itu apakah kemudian mereka tega menuduh ayat dan hadist dari Nabi adalah ayat-ayat terror dan hadist terror? Bukankah ini nanti akan mengarah kepada pembunuhan karakter seorang ulama yang mengabdikan dirinya untuk Islam? Dan pada akhirnya berujung kepada tuduhan kepada Nabi kita yang mulia Muhammad SAW, karena ulama adalah pewaris Nabi.

Nampaknya istilah idiologi terror perlu dijelaskan ulang. Karena kalau ini hanya tuduhan tanpa dalil dan hanya dilandasi oleh semangat kebencian pada salah satu kelompok umat islam oleh kelompok umat islam yang lain, maka ini merupakan upaya yang kontraproduktif. Politik adu domba telah mulai disematkan, saling mengadu antar kelompok, dengan isu yang sama terorisme. Sampai sekarang semuanya masih gelap, tak ada pembuktian di depan pengadilan, tapi eksekusi mati telah dilaksanakan. Maka tak urung, fenomena terorisme ini bak bola liar yang menggelinding kemana saja tergantung siapa yang menendangnya. Dan lagi-lagi umat Islam harus menanggung tuduhan atas ini semua.

Ironisnya peristiwa ini bukan malah membuat umat ini maju dan bersatu menghadapinya. Justru ada upaya pemecah belahan, upaya tuduhan sepihak dan vonis tidak sopan dengan menggunakan lidah dan tangan orang yang selama ini memang memiliki masalah dengan saudaranya sendiri. Bukankah upaya ini justru malah menyuburkan kebencian, karena ternyata pola penangannya cenderung destruktif, kejam dan tidak berperikemanusiaan. Mereka tidak hanya menghabisi dari sisi nyawa, tetapi juga dari sisi nama baik, karakter dan pembunuhan citra.

Bidikan ini jelas beralasan. Indonesia yang mayoritas berpenduduk Muslim adalah ancaman terbesar bagi stabilitas peradaban dunia. Berbilangnya ormas yang maju, pendidikan islam yang luar biasa digemari masyarakat, dan animo luar biasa anak muda terhadap perjuangan Islam dan anti-Barat tentu saja mengkhawatirkan pihak-pihak yang tidak suka dengan Islam. Munculnya cendekiawan dan kaum intelektual yang belajar dengan sungguh-sungguh di negeri-negeri kaum muslimin, dan pulang dengan semangat membangun islam yang murni juga bukan berita gembira bagi musuh-musuh islam. Tetapi itu semua tidak lagi bisa dilawan dengan pedang, mortar, atau mesiu ledakan. Tetapi dihabisi dengan skenario besar, sandiwara dan operasi intelejen yang mengagumkan. Persis seperti adegan film thriller Hollywood yang penuh intrik dan konspirasi. Bidikannya hanya satu, melemahkan islam dari segala lini yang dia miliki.

Bila bola tuduhan ideology terror ini tidak segera diluruskan, maka ia tetap saja akan menuduh dan memakan banyak korban. Distorsi opini, penyesatan informasi, bila dilakukan oleh orang pintar dan konon bergelar ulama akan lebih berbahaya dampaknya, daripada dilakukan oleh orang yang bodoh terhadap agamanya.

Apa Salah Buku?

Islam adalah agama yang memiliki tradisi menulis dan membaca yang sangat bagus. Tidaklah mengherankan jikalau para ulama terdahulu mewariskan ilmunya melalui tulisan dan kitab yang bisa dibaca di jaman-jaman setelahnya. Buku-buku itu adalah buah karya pikiran mereka, dari pengkajian yang mendalam, usaha yang tak kenal lelah dan proses yang panjang. Tentu saja di sana penuh dengan kebaikan, kebenaran dan sebuah usaha untuk menjelaskan problematika keummatan dengan bahasa yang gamblang. Namun, karya itu juga bukan sebuah karya sempurna. Kalau lah ada kesalahan sedikit hal itu wajar-wajar saja. Tugas kita sebagai penerusnya adalah meluruskan kesalahan itu bila mampu. Bukan malah dengan membakar dan menghilangkan buku-buku tersebut.

Karena buah pikiran tidak bisa dibendung. Pikiran selalu akan berproses, karena dengan begitu ia hidup. Siapa yang bisa membunuh pikiran orang, menghentikan dia berpikir dan melarangnya berpikir? Tidak ada. Buku pun tidak bisa dilarang, karena ternyata larangan terhadap buku justru memunculkan sebuah rasa penasaran yang hebat. Bukannya malah sepi pembaca, justru buku itu best seller dengan caranya sendiri. Jadi, ideology terror dari buku seperti apa yang kalian maksudkan?

Akar masalah terror adalah perlawanan. Perlawanan terhadap penindasan. Karena umat islam dikenal dengan umat yang memiliki izzah di dunia untuk meraih keberuntungan di akhirat. Di bumi mana saja, umat islam tidak pernah mau dijajah. Maka perlawanan itulah yang kemudian terjadi. Mereka melawan dengan apa yang bisa mereka lawan. Jadi selama ada penindasan di atas muka bumi ini, maka perlawanan itu akan selalu ada, dan tidak akan bisa mati. Namun sayangnya usaha tulus perlawanan ini kemungkinan diboncengi musuh Islam untuk melakukan pencitraan buruk dan agenda ghazwul fikr di kalangan umat Islam.

Sudah saatnya umat Islam menyadari ancaman 'boncengan' ini. Bersatu tegakkan barisan, bukan malah saling tuduh dan mencaci maki antar saudaranya sendiri. Selain itu memalukan, juga hanya akan menghinakan pelakunya sendiri. Tak dapat apa-apa, ditinggalkan teman dan saudara. Jangan mau termakan isu adu domba, karena semua butuh saling paham.