Tampilkan postingan dengan label My Soul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Soul. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juni 2012

Wind

For the reason that i can't explain,



I just hear a wind whispered, 

So deeply, so splendid

Without  a shape but i'm sure,
I'm happy with this..


Minggu, 19 Februari 2012

M A R A H & D I A M

    Sebagian orang mengatakan bahwa obatnya marah adalah,diam. Bahkan sebagaian pula yang mencoba terhadap diri mereka sendiri. Ada yang berhasil namun tak sedikit pula yang gagal.Atau kadang juga kita menjumpai sebagian orang yang meluapkan amarahnya secara terbuka  berharap hilang setelahnya. Tapi, sadarkah bahwa kondisi marah yang paling tinggi justru ketika seseorang itu diam. How can? karena saat kita diam di tengah amarah yang memuncak,saat itulah kita tengah memberi penghukuman terhadap diri sendiri maupun orang lain. Sehingga rasa sakit akan terasa semakin menyakitkan. Penghukuman macam apa? bagi mereka yang berjiwa plegmatis dan melankolis, akan memberi penghukuman terhadap diri mereka sendiri akibat pengendalian amarah yang dirasa cukup buruk. Sedangkan bagi sosok koleris, penghukuman yang diberikan lebih condong kepada orang lain. Atau analoginya seperti yang sering kita dengar, air yang terlihat tenang,justru memiliki arus bawah yang besar dengan potensi menghanyutkan yang besar pula dibanding air yang memiliki riak besar di permukaannya.

    Termasuk saya. Jujur saya katakan, bahwa pada dasarnya saya seorang dengan temperamen tinggi. Tanpa sungkan, saya memperkenalkan diri saya sebagai sosok koleris, secara langsung ataupun tidak. Layaknya sosok koleris, saya termasuk orang yang kurang suka diabaikan dalam keadaan apapun. Jika saya berada pada sebuah kondisi dimana ternyata saya diabaikan, maka saya tidak akan pernah memberikan pilihan namun saya yang justru membuat pilihan : "i'm the one who say NO and bid farewell". Look like so selfish and arrogant ,rite?. Tapi begitulah cara saya untuk bisa bertahan.Menangis tanpa harus terlihat meratapi, marah tanpa harus menunjukkan emosi membara. Selain itu, faktor lingkungan kerja saya saat ini, menuntut saya agar bersikap lebih fleksibel. Jika dulu sewaktu masih berstatus mahasiswa, idealisme saya selalu keluar melalui teriakan-teriakan lantang saya di jalan ataupun di hadapan civitas akademik.Saya menyadari itu, dan berusaha untuk mengalihkan sifat-sifat dominan saya agar bisa dipahami orang lain,khususnya di lingkungan kerja saya. Mengapa dialihkan, karena saya tidak memiliki kemampuan untuk merubahnya, seperti inilah cara saya mengendalikannya.Intinya, diam adalah tingkatan marah yang paling tinggi. Sebab, sampai saat ini belum ada manusia satu pun yang berhasil menemukan alat ataupun metode untuk mengetahui kedalaman rasa dari hati seorang manusia.Dan saya memilih diam ketika marah, hingga kekuatan saya terkumpul untuk menggulingkan keadaan seperti apa yang saya inginkan. Bukan berarti idealisme saya luntur pun bukan pula atas landasan dendam, hanya ingin menikmati marah dengan cara saya sendiri agar tidak ada yang mampu menghitung seberapa kuat saya membalik keadaan. I'm coleric,just the way i'm..=)

   

Minggu, 01 Januari 2012

Love You, Mama...

Kata Mama :
" Banyak Api Disana. Semakin Dalam,Semakin Besar Kobarannya. Kapan Padamnya?

Jawaban Saya :
" Apinya memang masih berkobar,Ma. Terima kasih karena memilih untuk menjadi air disaat yang lain memilih untuk menjadi angin..."

   
       Teruntuk Mama tersayang,

   Ma, jangan khawatir bahwa panas ini akan membakar tubuhku. Bukankah mama sudah mencontohkan bagaimana agar bisa terus bertahan? dan aku mempelajarinya hingga saat ini,Ma. Mengamati diam-diam, lalu "mencuri" semua caramu, lantas mempelajarinya. Dalam tiap Tahajud yang selalu kau dirikan pun dalam setiap puasa yang kau tunaikan. Aku bisa melewatinya. Seperti tuturmu silam : " Mana mungkin melunakkan batu dengan batu". Ya, gadismu ini memang "batu",Ma. Teramat sering berjalan di koridor yang diyakini meski kaki menginjak bara api. Hanya satu yang selalu membuatku yakin, bahwa segala keputusan pasti ada pertanggung jawabannya, lagi-lagi kuingat itu darimu. Ma, aku tau bahwa kau menangkap keresahanku selama ini juga tentang ambisiku untuk "menampar" mereka semua. 

    Ini bukan dendam yang sengaja kusimpan,dan Kau tau itu,Ma. Kaulah orang pertama yang mengerti. Berulang kali  ku katakan, bahwa aku benci disia-siakan. Siapalah mereka,berani menyiayiakanku hanya karena aku terlalu lantang berbicara hingga menilai keimananku seperti hakim munafik dipersidangan yang sering kita tonton di TV. Sedang mereka tak pernah melihat apa-apa saja yang kukerjakan berdua bersama Rabb-ku. Tidak, tidak ada yang boleh tau itu, aku tak mau menjadi bagian dari orang-orang yang bongkahan -bongkahan surga di tangannya lenyap seketika hanya karena congkak menghitung banyaknya amalan yang telah dilakukan, bukan begitu Ma? Api memang masih berkobar,Ma.Tapi aku tak pernah takut kobarannya menghanguskan tubuhku karena ada Kau yang selalu menjadi air untuk memadamkannya, dan tak pernah menjadi angin yang justru membuat kobarannya semakin besar...Love You,Mama.....


With Tears,
        WNA

Senin, 15 Agustus 2011

Dan (Aku ) Menangis...


      If you watch or hear this instrument, you'll find something different. So deeply and you can't to say what is that. Just hear, feel and the tears will be like waterfall running down your cheecks...

       Bukan ingin ber-Melankolis ria, tapi hanya ingin mengungkapkan sedikit perasaan sesak yang menghimpit sepanjang hari. Terlalu banyak air mata yang ditumpahkan hari ini. Aku pun lelah terhadapnya. Tapi seperti kutipan dari sebuah buku yang selalu aku baca : " Jangan Menangisi Hal Yang Tak Pantas Untuk Ditangisi " atau kutipan di halaman lain dari buku yang sama : "Untuk Apa Kamu Menangisi Masa Lalu dan Memandang Cemas Untuk Masa Depan?Maka nikmatilah hari ini karena hari ini adalah milik anda ! 
      Buku ini masih kubaca, kugengam erat di tangan kiri karena tangan kananku masih setia memegang surat cinta dari Rabb-ku. Benarlah, bahwa setiap kesedihan selalu memiliki muara dan muara itu adalah sang pemilik rasa pun yang memiliki hak mutlak makhluk.Dialah Alloh Azza Wa Jalla...Padamu kulabuhkan segala ketakutn, kecemasan,kesedihan hingga kedukaan. Akan selalu kubingkai dengan syukurku,walau masih tertatih,tapi kupercaya KAU lah sang maha lembut yang tak akan pernah membiarkan hamba-Nya berada dalam segala rasa kegalauan berkepanjangan...
     Seperti Judul buku ini, La Tahzan. Maka janganlah bersedih wahai diriku. Bergembiralah selalu jiwaku. Bersiaplah menanti kehidupan yang sesungguhnya, alam barzah beserta akhirat yang selalu menunggu...Inna Sholati wanusuki wamahyaya wamahmati Lillahirabbil alamin...Dan (aku) menangis,...


With Tears,
         W N A

Minggu, 24 April 2011

Melepaskan Adalah ( Bukan ) Meninggalkan

Actually, i really hate to say Goodbye for someone,something,or anything !

     Adakalanya,kita merasakan sakit  ataupun perasaan sejenis lainnya ketika kehilangan sesuatu,seseorang,ataupun saat berada pada sebuah kondisi yang mengharuskan untuk kehilangan segala hal dalam hidup. Harus! Ya,hidup memang merupakan sebuah keharusan walaupun terkadang menjadi terlalu sulit untuk diberi pemakluman.Manusia beserta segala keharusannya ; harus mempersiapkan,harus menjalani,lalu kemudian harus menerima. Pada bagian terakhir (baca: keharusan menerima) merupakan bagian yang memiliki sifat dua sisi mata uang,berbeda dan berlawanan.Menjadi begitu lapang ketika harus menerima segala hal yang bersifat menguntungkan namun sebaliknya semua akan terasa begitu sempit saat harus menerima segala hal yang bersifat merugikan.
   Kehilangan ataupun melepaskan. Kehilangan karena melepaskan ataupun melepaskan karena kehilangan adalah dua hal yang berbeda tapi sesungguhnya tetap bermuara pada satu hal,keharusan.Entah keharusan menerima kehilangan ataukah keharusan melanjutkan hidup,keduanya sama because show must go on,right? Dan juga karena dua sisi mata uang dijadikan berbeda bukan tidak memiliki sebab melainkan agar kita mampu melihat bahwa dunia beserta isinya (ternyata) tak akan pernah selalu sama.Seperti yang baik selalu berlawan buruk begitupun sedih selalu berlawan bahagia.Tapi pernahkan kita berfikir bahwa semua hal yang berlawanan terkadang saling menggantikan satu sama lain jika kita menggunakan hukum : "tidak ada yang kekal di dunia ini" maka kita akan mendapati bahwa tidak ada bahagia yang kekal selamanya di dunia karena akan berganti ruang dan waktu dengan kesedihan yang mengiringi kemudian.
   Akhirnya,semua berakhir pada penafsiran masing-masing individu.Cara pandang berikut cara melangkah individu satu dengan individu yang lain tak akan pernah bisa disamakan secara mutlak.Namun,keharusan menerima hidup sejalan lurus dengan keharusan menjalani hidup itu sendiri.Melepaskan dan meninggalkan adalah dua hal yang berbeda dan tidak harus disatukan dalam satu wadah untuk kemudian dijalani secara bersama.Keduanya merupakan proses terpisah dan bukan merupakan satu kesatuan mutlak.Melepaskan bukan berarti meninggalkan karena sejatinya,melepaskan adalah ketika kita memiliki dan ingin membebaskan. Sebab, meninggalkan adalah ketika kita menyadari untuk tidak kembali.Melepaskan,lantas membebaskan,hingga kemudian meninggalkan....

*Thanks for inspired me..

24042011 : 3.24 wita
- With tears,
             W N A -


Jumat, 25 Maret 2011

Surat Terbuka Untuk Orang Yang Aku Cinta ..

Walau ide mampet beberapa waktu,tapi tidak untuk menulis surat tertuju padamu.Orang-orang yang hingga saat ini masih & akan terus memenuhi rongga-rongga hati ini. Kalianlah yang memenuhinya,menutup semua lubang hingga tiada lagi celah untuk "cinta2" yang lain memasukinya..

   Bismillahirohmanirrohim...
   Saudariku,
   Akhirnya aku mengetahui bahwa yang berhak bahkan layak mengobati serta membasuh semua perih perasaan ini hanyalah DIA,sang pemberi hati sekaligus sang pembolak-balik hati.Alloh Azza Wa jalla. Manusia berada pada titik kesadarannya justru tepat disaat dia merasakan betapa sakitnya disadarkan oleh kenyataan. Bahwa sekuat apapun bergantung pada manusia,pastilah akan terlepas jua. Aku menjumpai banyak orang selama ini,namun semua hanya datang silih berganti. Ya,aku memang harus sadar bahwa manusia,sejatinya,hanya saling bertukar tempat. Hari ini ada yang pergi maka besok pun pasti (sudah) ada yang mengganti.Menganalogi,bukankah terminal bus terlihat ramai di luaran meski mereka yang datang tak pernah benar-benar ingin menetap? Tapi sayangnya,hati tidaklah bisa disamakan dengan terminal bus karena hati tak mampu untuk benar-benar di tinggalkan.Setiap hati memiliki rasa berbeda saat disinggahi ataupun saat ditinggal pergi..

  Saudariku,
  Akhirnya aku menyadari bahwa hidup adalah tentang sebuah proyek besar yang mana proyek itu adalah Alloh sebagai penentunya meski kita yang berencana hingga mengeksekusinya. Sebab itulah,aku teringat barisan kalimat yang pernah kau tulis : "Karena Proyek dari Alloh,maka yang berhak membayarnya hanya Alloh". Aku pun masuk pada sebuah kesimpulan : Kita tidak perlu berkoloni untuk sekedar agar terlihat kuat, kita hanya perlu pemahaman bahwa kita istimewa jika bersama dan saling mencari jika tiada. Itulah kita, tak perlu sering bersua namun cukup saling menguatkan disaat yang tepat,justru lebih bermanfaat daripada sekedar banyak bertemu dan saling mengungkapkan kecintaan lalu membentuk koloni yang sebenarnya tidak memiliki kekuatan apa-apa.

  Saudariku,
  Akhirnya aku memahami bahwa kalianlah yang menjadi begitu sangat berarti dihidup ini. Ah,perasaan manusia memang terlalu sering menjadi melankolis.Saat ini memuji,esoknya mungkin mencaci. Tapi begitulah gambaranku kini, Alloh menciptakan perbedaan waktu dan tempat ditengah kita agar kita mensyukuri bahwa saat - saat seperti inilah justru ukhuwah lebih terasa kuat.Aktifitas yang melibatkan hati,saling menyakiti tanpa disadari,akan mudah dihindari. Sekali lagi ku katakan bahwa : kita istimewa jika bersama dan saling mencari jika tiada ! As many times as I blink I’ll think of you all... Semoga selalu membersamai dibawah naungan Alloh SWT..Amien.. ^___^b

On the night like this
There's so many things I want to tell you
On the night like this
There's so many things I want to show you

Cause when you're around
I feel safe and warm
When you're around
I can fall in love every day

In the case like this
There are a thousand good reasons
I want you to stay...


With Tears,
         W N A

Rabu, 19 Januari 2011

Bukan Karena Mereka Tapi Karena-NYA..

 Apa kau pernah merasa jenuh ataupun lelah? aku pernah merasakannya,kawan. Menjalani aktifitas beruntun hingga terlihat begitu membosankan,berada dalam dinamika kehidupan yang pada kenyataannya tak lebih dari stagnansi belaka.
Lantas apa? aku mencoba mengeluarkan diriku dari semua "belenggu" itu. Relaksasi sejenak,mengambil cuti  dari semuanya dan menikmati hari-hari sebagai manusia biasa yang bebas pergi kemana saja dan kapan saja tanpa harus mendapat sms ataupun telpon berisi pemberitahuan rapat dan lain-lain.

    Cuti ? menjadi terdengar aneh bagiku apalagi bagi mereka yang terbiasa "bergerak",tapi itulah yang memang dibutuhkan saat jenuh menyapa. Sebuah hal yang bisa dimaklumi tapi bukan sebuah hal yang bisa dibenarkan. Bukankah Rasulullah & para sahabat tidak pernah menuliskan kata : Istirahat didalam sejarah? padahal mereka menghadapi aktifitas padat hingga pertempuran yang terlalu mulia untuk dibandingkan dengan apa yang telah dan sedang kita lakukan saat ini. Terlihat naif dengan mengambil contoh dari Rasulullah & para sahabat? jawabnya: tentu tidak,pada siapa kita mencontoh jika bukan pada mereka yang kualitasnya jauh dari berbagai bentuk keraguaan.

    Berdiri disebuah pemberhentian kereta tanpa bermaksud untuk menaiki satu kereta pun dan melewatkannya begitu saja dengan diam berdiri mematung,bukankah sebuah kesia-siaan belaka? Seperti itulah aku mengandaikan ketika terbesit didalam pikiran untuk "beristirahat" apalagi untuk pergi dari semua yang telah dijalani. Aku hanya tak ingin menjadi pengecut yang lari dari medan pertempuran padahal diriku sendiri yang telah memilihnya sebagai medan tempur. Aku bisa! karena hanya diri sendiri yang bisa memotifasi si empunya diri sehebat apapun trainer memberikan motifasi,jika si empunya diri menolak untuk diberi motifasi maka hasilnya akan sia-sia.

    Kereta kehidupan akan terus berjalan,dengan atau tanpa kita di dalamnya. Maka pilihan itupun kembali menjadi milik kita, tetap bersama dan berjalan didalamnya ataukah hanya berdiri mematung diluar & memandangi orang-orang dengan segala kemampuannya keluar-masuk dari kereta tersebut? Haruskah meninggalkan semuanya hanya dengan alasan jenuh karena kelelahan fisik ataupun karena kekecewaan pada sekitar? Sungguh,betapa sering Alloh terkecewakanoleh kita sebagai insan,apakah Alloh lantas jenuh & kecewa hingga menarik semuanikmat-NYA pada kita? Satu hal yang selalu kuingat hingga hari ini ataupun jika jenuh itu pelan-pelan menyergapku,bahwa Bukan karena mereka (manusia),aku berada disini  bergelut dengan hari-hariku untuk menjadi berguna,tapi karena-NYA. Juga karena aku mencinta-NYA. Hingga kelak jika DIA merasa bahwa apa yang aku lakukan sudah cukup bagi-NYA,saat itulah aku beristirahat. Sebuah istirahat panjang & tanpa batas,disanalah aku mencium bau wewangian yang jika seluruh bunga didunia digabungkan pun tidak mampu menyaingi keharuman tempat itu. Tempat itu,kusebut : Syurga...(Amin ^^)



Minggu, 21 November 2010

Sebuah Pembelajaran Berharga.. .

   Menjadi asing dengan kota kelahiran. Walau hanya dalam hitungan tak lebih dari 5 hari,tapi pesona  desa ini  mampu memikat hidupku & mengalahkan pesona kota yang telah 21 tahun membersamaiku...

    Sebuah pembelajaran berharga dalam hidupku,telah kudapatkan meski dalam waktu singkat "petualangan"ku. Bahwa :

1. Benar hidup adalah tentang penyerahan total kepada Rabb semesta alam.

2. Benar tentang kontinuitas serta  konsistensi keimanan seseorang bergantung (hanya) pada dirinya sendiri.bukan orang lain.

3. Benar kesederhanaan sesungguhnya adalah menerima jika diberi namun tidak mencaci jika tidak diberi.

4. Benar jika ketenangan hanya akan didapat jika seorang hamba bisa mengambil hikmah disetiap penciptaan yang telah ada.

5. Benar ketika sebuah keberhasilan adalah buah dari kerja keras tak kenal lelah.

     
   Aku belajar pada sawah yang menguning & petani yang selalu giat menggarap ladangnya sebagai bentuk tanggung jawab tanpa mendahulukan hitungan keuntungan yg akan didapat. Juga pada tawa-tawa kecil penuh kesederhanaan,kepasrahan namun tetap menghasilkan semangat tak terhingga disetiap harinya.

  Arah hidup (sepertinya) akan kuputar. Menghabiskan waktu di pedesaan,tetap berdakwah dengan melayani sesama.(belajar) melalui penyerahan total kepada Rabb semesta dengan memahami serta menjalani hidup dengan sederhana...

@ Ringin Anom,Madiun JATIM. Nov,19th 2010


Jumat, 03 September 2010

Aku Baik-baik Saja...


Aku Baik" Saja,Maka Tenanglah..

Aku Masih Terus Mencoba,Maka Bersemangatlah..


Pun Semua Terasa Berbeda Kini Tapi Yakinlah Kita Mampu Membuatnya Terlihat Biasa" Saja..

Kita Punya DIA yg Lebih Penyayang dari mereka ataupun darinya..

Dialog ini Belumlah Usai,Karena Kita Akan Terus Membersamai Wahai Hatiku.. ^_^

*Dialog singkat bersama hati tentang semua hal ditakutkan..Tentang Masa lalu bersama Kesalahan-kesalahan yang terus mengejar hingga masa depan yang terus selalu ingin mengajak berlari...Tapi, aku tak pernah takut lagi..seberapa pun kuat semua itu ingin mengahampiri atau bahkan ingin membenamkanku..aku akan lebih kuat untuk membuatnya terasa biasa- biasa saja... Karena takdirku telah ditulis di lauhful mahfudz,tugasku hanya berdoa dan berusaha..selebihnya,terserah Rabbku saja..^_^

Selasa, 03 Agustus 2010

Begini Lebih Baik.. ^_^

Aku melihatnya!
Aku menemukannya dalam sebuah ketidaksengajaan, dalam sebuah bingkai waktu yang tak terencanakan..

Nampaknya Allah sedang ingin mengujiku ( lagi )!
Memaksaku untuk mengeluarkan kekagumanku (yang mahal), kepada "nya" yang belum pernah berada disekitarku..

Aku mendengar suaranya!
Dalam khotbah panjang bersama lantunan cinta teruntuk Rabbnya
Bersama tausiah yang menggetarkan nurani setiap insan yang mendengarnya...

Aku menjadi bersemangat datang kepada-MU
bahkan pintu ditiap lima waktu, kurasa masih belumlah cukup
dahaga,memaksaku untuk terus ber-khalawat dengan-MU...

Aku tersadar!
Aku tidaklah boleh menuruti nafsu hingga memberangus habis kemurniaan cintaku pada-MU
Hingga apapun yang kulakukan hanya membawa mudharat berkepanjangan..

Aku menyukai ke-sholehannya!
Aku mengagumi, karena kebencianku pada Ras nya jauh sebelum aku mengenalnya..
Aku ( sempat ) menginginkannya, karena bagiku dialah jalan terdekatku pada-MU..

Maka,aku belajar dari kekalahanku dimasa silam!
Bercermin dari keburukan yang pernah ditawarkan nafsu padaku

Dan aku telah mendapatkan kuncinya!
Hanya lewat setiap untaian doa, kuselipkan namanya untuk segala kebaikan
Diserbu ketakutan saat membayangkannya, karena terlalu sholeh untuk dikhayalkan

Aku menitipkannya pada-MU..
Dalam penjagaan dalam setiap ketaatannya pada-mu..

Dan begini lebih baik,
dalam diam,dalam doa,dalam sujud....

Rabu, 09 Juni 2010

Apa Kabar..???


Apa kabar dengan apa kabar...??
Satu hal yang membingungkan dengan "apa kabar". Tapi nampaknya saya sedang senang dengan dua kata itu. Dua kata yang sifatnya ambiguitas dan semua orang punya berbagai sisi untuk menjawabnya. Tapi buat saya, "apa kabar" adalah dua kata yang fungsi dan tujuannya hanya untuk memberikan ketenangan pada diri sendiri.

Apa kabar semua masa lalu?emm,saya akan memulai semuanya mulai siang ini. Menanyakan kabar pada teman-teman seperjuangan, pada semua Guru-guru kehidupan saya, dan kepada semua yang merasa kehilangan dengan kepergian saya. Yup, saya hanya ingin memastikan bahwa mereka semua masih tetap setia menunggu dengan pelukan selebar-lebarnya, hanya untuk saya!
Saya lelah...kaki sudah terlalu penat, Mata sudah mulai out of focus, hati..??uhh, nampaknya sudah tak terperi sakitnya. Ternyata yang saya butuh hanya liburan "sesaat", walau liburan "sesaat" itu kalau terlalu lama dijalani bisa membuat sesat.. ^^b

Akhirnya saya "pulang".....dan saya yakin mereka semua pasti masih menyisakan satu tempat untuk saya disana. Tempat yang telah saya tinggalkan selama beberapa waktu dan kemudian akan menjadi tempat saya sampai umur saya tiada lagi bersisa...(aminn).

Saya sudah tidak butuh kehidupan serba penuh tawa tapi ternyata ketika saya menangis, sakitnya berlipat-lipat kali saya rasakan. Saya sudah tidak peduli lagi dengan semua yang bisa menurunkan bahkan mematikan kecintaan kepada-NYA. Sungguh, saya teramat benci kepada semua yang telah "memalingkan" wajah saya dari nikmatnya persaudaraan yang berlandaskan iman.

Saya harus bisa menjadi lebih kuat setelah hari ini . Saya harus bersungguh-sungguh menjadi jundullah yang kobaran api ditangannya tak akan pernah padam meski angin terkencang berhembus kearahnya...!!! Fa iza azzam ta fatawakalallah...!!!


*Other side: secara tidak sengaja membuka FBnya kembali sebelum menulis tulisan ini. Patah hati.Nampaknya itu yang sedang dirasakannya. Privacy FBnya sudah tidak lagi diataur se-rapa yang kemarin. Dia membiarkan semua orang melihat keadaannya lewat FB. Huff,ternyata aku masih cukup baik memahaminya. Tapi, aku yakin! ini lah ujian Allah yang diberikan padaku diawal ke-"pulangan"-ku. Aku harus kuat! entah harus menyebutnya apa sekarang,yang jelas, aku masih menganggapnya sebagai teman meski hanya lewat perbincangan-perbincangan tidak penting diwaktu-waktu yang telah lalu. Terima kasih teman, saya mengerti dan akhirnya merasakan betapa buruknya sebuah dosa ketika mengenalmu. Maka dengan itulah,saya menjadi begitu menghargai nikmatnya waktu-waktu sibuk yang pernah saya rasakan sebelum bertemu denganmu.Teruslah hidup dan menghidupkan orang lain. Hingga kelak jika kita dipertemukan takdir dalam keadaan yang sebenarnya, kita berdua saling mengucap :"beginilah Allah mengajarkan kita dalam takdirnya.."...Good bye........^^

Jumat, 04 Juni 2010


Manusia membuat kesalahan. Tapi ada kesalahan yang terlalu besar, sehingga kita tidak bisa lagi mengampuni diri sendiri. Bagaimana mengatasinya?


Kita merasa sangat bersalah. Peristiwa-peristiwa yang membekas begitu kuat dalam jiwa kita. Dan bisa menjurus pada trauma.

Semua ini menggoyahkan konsep kita tentang dunia dan kemanusiaan. Tentang jati diri dan relasi. Sesuatu yang mengambrukkan kepercayaan kita pada diri kita atau pada orang lain.

Ada nasehat yang baik: jangan pernah men-judge orang lain. Jangan pernah menghakimi. Kita tidak pernah tahu trauma apa yang pernah ia alami, sehingga ia berperilaku tidak sesuai harapan kita.

Saya sering mengalami di-judge orang. Dan saya merasa tidak berdaya. Pertama, karena saya memang tidak sempurna, dan orang menunjuk ke titik lemah itu. Kedua, tidak selalu situasi itu seperti yang mereka bayangkan, tapi kita terlalu kecewa untuk bersusah-susah menjelaskannya. Saya merasa tidak berdaya karena tidak bisa deal dengan pikiran orang. Lebih parah lagi kalau judgment itu datang dari orang yang kita hormati, yang kita care, apalagi yang kita cintai. Kita terpaksa bersembunyi meringkuk menahan sakit.

Oleh sebab itu nasehat tadi itu betul sekali: kita perlu menahan diri untuk tidak men-judge orang.


Tapi lebih penting lagi, saya ingin memperluas nasehat itu: Kita harus berhenti menghakimi diri kita. Kita harus berhenti tidak mempercayai lagi diri kita. Start to believe again.

Selama kita masih diperkenankan hidup, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki diri. Selalu ada waktu untuk berpegang pada ideal kita. Dan kita berjuang keras melawan pikiran-pikiran serta suara-suara yang berusaha mengecilkan arti diri kita, arti hidup kita.

Sepahit apapun, pengalaman itu harus kita jadikan berkat. Kita ubah dan jadikan itu suatu kebaikan.


Who am I to pass judgment? God waits a lifetime before passes judgment…

Senin, 10 Mei 2010

Try to First Step..

Melihatmu pagi ini, membawa pengaruh bagi jiwaku. Memang tak mungkin menghindarimu karena memang jalanku yang masih harus satu titian denganmu. Aku berharap tidak menemukan sosokmu hari ini atau bahkan hari - hari ku yang akan datang. Tapi itu doaku beberapa waktu yang lalu dan sekarang aku telah mempunyai doa baru yaitu : aku ingin melihatmu setiap hari! agar aku dapat membuktikan pada diriku sendiri bahwa aku mampu lepas dari perasaan bersalahku padamu...

Kau tau, memiliki perasaan bersalah dalam hidup sungguh tidak lah menyenangkan. Lebih menakutkan dari sekedar menonton film horor sendirian. Perasaan ini benar - benar mengurungku dalam jeruji waktu hingga aku tak mampu lagi melihat warna - warna terang dalam hidup. Dari air mata hingga tembok tanpa nyawa,sudah cukup menjadi saksi bisu betapa rapuhnya aku saat harus bertarung dengan perasaan ini. Saat harus menatapmu, aku merasakan seolah - olah menjadi sosok jahat tanpa perasaan. Membuat luka yang dalam di hatimu. Dan juga di hatinya......

Semuanya telah kuputuskan. Sekian lama aku berjibaku sendiri,akhirnya lelah datang juga menyergap. Aku masih manusia biasa, begitu kata yang sering kau ucapkan, dan aku pun merasa sepeti itu kini. Menghapuskan dirinya dari hidupku adalah sesuatu hal yang harusnya sudah kulakukan sejak dulu bahkan aku tak perlu masuk kedalam hidupnya menjelma menjadi sosok lain yang ternyata menyakitkanmu. Aku hanya meminjam ragamu. Atau lebih tepatnya, aku hanya meminjam raga tanpa perlu nyawa apalagi meng-copy karaktermu karena aku merasa tak perlu merubah karakterku sesuai apa yang ada di dirimu.
Akhirnya, semua menjadi salah kini. Aku tidak lah lebih dari seorang pembohong besar bagimu ataupun baginya. Awalnya, aku menerima semua perasaan kecewa bahkan amarah dari kalian berdua. Aku menghukum diri ku sendiri. Melewati malam - malam panjang dengan beribu penyesalan dan hanyut dalam lautan kesedihan..sungguh ,hari-hari terburuk yang pernah ku alami .

Tapi, aku tersadar. Bahwa aku memiliki hak atas diriku sendiri. Aku memang bersalah! tapi tak ada satu orang pun yang berhak menjadi hakim atasku. Semua menjadi jelas kini. Dia tak pernah sekalipun menganggapku sebagai sahabat karena ketika dia tau (mungkin) bahwa aku telah membohonginya, tak pernah sedikitpun menanyakan padaku. Dia benar- benar hanya menganggapku sebagai tempat hiburan dikala perasaannya kosong, taklebih dari itu. Dan sekarang , aku telah dihapus dari hidupnya. Aku tau itu . Dan ketika aku tau bahwa kau dan dia telah cukup akrab setelah masalah ini, aku merasakan sakit yang tiada ujung. Karena ternyata aku menghadapi badai ini sendiri sedang kalian berdua harusnya ada di tengah pusaran jua bersamaku..Tapi nampaknya kau telah melawan badai ini bersamanya di belakangku..
Menjadi amat biasa! semoga aku bisa merubah semua menjadi biasa. Mengembalikan jiwaku yang sesungguhnya. Meskipun setelah kejadian ini, pelajaran yang harus aku ambil adalah : percaya dengan diri sendiri.

Aku hanya punya Allah, yang tidak akan pernah membuatku kecewa. Well, aku harus menghapus semuanya kini. Tapi maaf, menghapusnya dari hidup ku berarti harus menghapusmu juga ,temanku...Hingga kelak jika aku sudah siap untuk berhadapan denganmu lagi, aku bisa menjadi sosok yang seolah tidak pernah memiliki masalah apapun denganmu. Aku butuh waktu...tidak akan lagi kulihat Facebook ataupun YM mu mulai hari ini (*meski aku tak me-remove-mu), aku mencoba tidak perduli karena aku takut jika tidak sengaja menemukan aktifitasmu bersama dirinya di 2 dunia itu. Aku pun tak akan pernah mencari tau tentangnya keadaannya lagi kini bahkan untuk membuka FB ataupun YM nya. Sungguh, aku telah berjanji untuk tidak lagi mengeja namanya dalam hidupku. Dan takkan lagi mendekat dalam hidupmu....

Terima kasih ku yang teramat besar untuk kalian berdua.....

Maaf dari relungku untuk kesalahan yang pernah ku perbuat....