Adakah yang salah dengan kita?jika memang ada yang salah, maka cukup berikan saja aku waktu untuk menemukannya dengan caraku sendiri dan jangan pernah mencoba untuk memberitahuku. Aku rasa kamu pasti sudah mengenal karakterku sejak awal meski waktu kebersamaan kita sebagai sahabat belumlah berbilang lama. Sahabat? Ya, aku masih senang mengucapkannya meskipun (sekali lagi) aku tak pernah benar-benar tau siapa sebenarnya dirimu. Bukankah sedari dulu,diawal perjumpaan selalu kusebutkan bahwa inilah aku yang memerlukan rentetan alasan jelas untuk diyakinkan tapi (justru) hanya butuh satu alasan untuk meyakinkan orang lain. Aku tak perlu banyak memiliki sahabat ataupun menggalang simpati hanya demi memberiku kekuatan karena aku sudah cukup kuat,dan kamu tau itu.Rekam jejak yang kemarin (pernah) sama-sama kita buat,sungguh masih bisa kuingat dengan jelas,pun ketika kamu merasa bahwa aku begitu menyeramkan buatmu saat ku"bongkar" karaktermu padahal waktu itu baru berhitung jam kita mengenal..
Kamu menjaga jarak dan aku merasakan itu,aku pun memberikan ruang setidaknya agar persahabatan yang (baru) terjalin ini bisa dipertahankan. Mungkin kita terlalu cepat untuk saling memahami pikiran masing-masing secara bebas sedangkan masih terlalu sedikit ruang-ruang bicara yang kita bagun untuk menyeimbangkannya. Aku hanya tak ingin berspekulasi,kawan. Meski ada saja beberpa orang yang membisikkan padaku tentang langkahmu yang mulai menjauh,tapi kututup kedua telinga karena aku masih belum mau untuk mengetahuinya. Meski begitu, bukan berarti aku tak perduli sama sekali,aku menjalankan semuanya seperti biasa.Seperti caraku yang tak mudah dipahami orang lain.
Adakah yang salah? jika memang yang menjadi masalah adalah perbedaan "bendera" yang kita pegang, bukankah aku pernah mengatakan dan kita sama-sama bersepakat bahwa itu bukanlah masalah besar, pun seperti katamu bahwa itu hanyalah "jaket" yang menjadi hak masig-masing kita dan intinya adalah jalan juang yangsama. Aku tak pernah menghianatimu karena memang tak ada yang bisa dijadikan sebagai sebuah penghianatan.Satu hal yang harus selalu kamu yakini bahwa aku yang kamu temui di terminal subuh dan aku yang kamu antar kepergiannya si stasiun waktu itu adalah aku yang saat ini masih mengingat semua dengan jelas. Seperti harapan yang pernah kusampaikan, semoga kita dipertemukan lagi sebagai dua orang yang bersahabat bukan justru dipertemukan sebagai musuh yang saling berhadapan. Semoga kamu memandang semua ini dengan dewasa,kawanku-sahabatku...
p.s.Semoga bukan kamu yang menjadi alasan untuk menunda kedatanganku kedua kalinya di kota Solo(mu) yang sudah (berhasil) menghipnotisku...
Minggu, 11 September 2011
Minggu, 28 Agustus 2011
Kamu,Tolong Jangan Datang Lagi!
Niat hati mau nonton film Korea, lanjutan kemaren malem yang (masih) sisa 10 episode lagi. But,see!!Akhirnya jadi buka fb dan nemuin profil kamu. Huah,menyebalkan!Selama bulan puasa,aku emang gak pernah intens untuk aktif di segala jenis jejaring sosial bahkan mau nyalain laptop aja musti pake acara tarik-ulur berasa lagi maen tarik tambang. Here this! beneran jadi galau ni malem... \--/
Kamu, tolong ya block aja aku supaya gak pernah nemuin profil kamu di jejaring sosial manapun! dan kalaupun jari-jariku ngetik user name kamu trus akhirnya nemuin profil kamu, itu semata - mata gak lebih dari kekhilafan aku aja. Bahasa simplenya sih,aku pasti lagi error tuh!Kenapa sih privacy kamu pake di buka selebar-lebarnya?supaya semua orang liat seabrek aktivitasmu di jejaring sosial trus kamu berasa beken?(*kamu emang selalu berasa beken),atau karena cuma pengen cewe-cewe yang udah remove bisa tetep ngawasin kamu trus jadi kangen sama kamu gitu?ah,pasti cewe-cewe itu kan alasan utama kamu. Kamu itu emang nyebelin tau,suka remove orang sembarangan trus gak pake alasan jelas : karena gk pernah teguran waktu lagi on-line atau karena kamu lagi emosi sama ntu orang. Nyebelin banget kan kamu tuh! Aku salah satu dari cewe-cewe itu? hah! tentu tidak! komunikasi atau bahasa alay nya nge-add kamu pun akau males banget. berasa kegantengan loe!
Kamu, tolong jangan datang lagi. Kamu udah aku tendang jauh-jauh sama waktu kamu ngubur aku idup-idup di dalam air mataku sendiri. Trus kamu cuma bialng : " Makasih dan maaf".Kita cuma ( mantan) temen waktu putih-biru,itu juga karena duduknya depanan-belakang doang trus ketemu lagi di putaran waktu selanjutnya dengan keadaan beda,sama - sama manusia dewasa yang gak bisa saling mendewasakan.Tolong aja ya mas bro, gak usah datang dalam bentuk apapun itu. Aku lagi ke-GR-an? perasaan loe aja tuh.Bahkan sekalipun kamu berdiri di depanku sekarang pun, gak akan bereaksi apa-apa,paling aku cuma balik badan trus berdoa : " Ya Alloh,aku ada buat kesalahan apa ya? kok ketemu sama ni orang berasa ketemu jurang yang dalamnya 500 km.. (-..-). OK,kita damai aja yah.Waktu semediku aja kali ya yang belum banyak sekaligus masih belom bener, makanya selalu kamu yang jadi ujiannya. Sekarang, aku malahan mau berdoa supaya kita bisa diketemuin lagi supaya bisa sama-sama bisa nunjukin apa yang kita simpen,setelah hari itu sampai hari ini. Kamu yang ( mungkin) pengen marah-marah sama aku dengan gaya kamu yang sok nuain banget dan aku yang cuma pengen neriakin kuping kamu pake toa kaya yang biasa aku pake kalau lagi aksi demonstrasi di tengah jalan..!! Ya ampun, berasa lagi nonton Tom and jerry ya (-..-)
***
Kamu, tolong ya block aja aku supaya gak pernah nemuin profil kamu di jejaring sosial manapun! dan kalaupun jari-jariku ngetik user name kamu trus akhirnya nemuin profil kamu, itu semata - mata gak lebih dari kekhilafan aku aja. Bahasa simplenya sih,aku pasti lagi error tuh!Kenapa sih privacy kamu pake di buka selebar-lebarnya?supaya semua orang liat seabrek aktivitasmu di jejaring sosial trus kamu berasa beken?(*kamu emang selalu berasa beken),atau karena cuma pengen cewe-cewe yang udah remove bisa tetep ngawasin kamu trus jadi kangen sama kamu gitu?ah,pasti cewe-cewe itu kan alasan utama kamu. Kamu itu emang nyebelin tau,suka remove orang sembarangan trus gak pake alasan jelas : karena gk pernah teguran waktu lagi on-line atau karena kamu lagi emosi sama ntu orang. Nyebelin banget kan kamu tuh! Aku salah satu dari cewe-cewe itu? hah! tentu tidak! komunikasi atau bahasa alay nya nge-add kamu pun akau males banget. berasa kegantengan loe!
Kamu, tolong jangan datang lagi. Kamu udah aku tendang jauh-jauh sama waktu kamu ngubur aku idup-idup di dalam air mataku sendiri. Trus kamu cuma bialng : " Makasih dan maaf".Kita cuma ( mantan) temen waktu putih-biru,itu juga karena duduknya depanan-belakang doang trus ketemu lagi di putaran waktu selanjutnya dengan keadaan beda,sama - sama manusia dewasa yang gak bisa saling mendewasakan.Tolong aja ya mas bro, gak usah datang dalam bentuk apapun itu. Aku lagi ke-GR-an? perasaan loe aja tuh.Bahkan sekalipun kamu berdiri di depanku sekarang pun, gak akan bereaksi apa-apa,paling aku cuma balik badan trus berdoa : " Ya Alloh,aku ada buat kesalahan apa ya? kok ketemu sama ni orang berasa ketemu jurang yang dalamnya 500 km.. (-..-). OK,kita damai aja yah.Waktu semediku aja kali ya yang belum banyak sekaligus masih belom bener, makanya selalu kamu yang jadi ujiannya. Sekarang, aku malahan mau berdoa supaya kita bisa diketemuin lagi supaya bisa sama-sama bisa nunjukin apa yang kita simpen,setelah hari itu sampai hari ini. Kamu yang ( mungkin) pengen marah-marah sama aku dengan gaya kamu yang sok nuain banget dan aku yang cuma pengen neriakin kuping kamu pake toa kaya yang biasa aku pake kalau lagi aksi demonstrasi di tengah jalan..!! Ya ampun, berasa lagi nonton Tom and jerry ya (-..-)
P.s.Apapun yang ditulis di atas tidak lebih hanya sebuah sampah yang harusnya dikeluarkan secara benar di tempat yang benar juga. Tapi karena tidak kuat lagi menahan,yah apa boleh buat,keluar lah sudah ^^.Seperti yang sudah-sudah bahwa masa lalu hanya pantas untuk sesekali di tengok dan masa kini adalah waktu yang tepat untuk melakukan segala hal demi masa depan selanjutnya. Alloh menyelamatkanku dengan hidayah-Nya yang insya Alloh akan kugenggam hingga liang lahat menghimpit erat tubuhku....Amiiin...
Senin, 15 Agustus 2011
Dan (Aku ) Menangis...
If you watch or hear this instrument, you'll find something different. So deeply and you can't to say what is that. Just hear, feel and the tears will be like waterfall running down your cheecks...
Bukan ingin ber-Melankolis ria, tapi hanya ingin mengungkapkan sedikit perasaan sesak yang menghimpit sepanjang hari. Terlalu banyak air mata yang ditumpahkan hari ini. Aku pun lelah terhadapnya. Tapi seperti kutipan dari sebuah buku yang selalu aku baca : " Jangan Menangisi Hal Yang Tak Pantas Untuk Ditangisi " atau kutipan di halaman lain dari buku yang sama : "Untuk Apa Kamu Menangisi Masa Lalu dan Memandang Cemas Untuk Masa Depan?Maka nikmatilah hari ini karena hari ini adalah milik anda !
Buku ini masih kubaca, kugengam erat di tangan kiri karena tangan kananku masih setia memegang surat cinta dari Rabb-ku. Benarlah, bahwa setiap kesedihan selalu memiliki muara dan muara itu adalah sang pemilik rasa pun yang memiliki hak mutlak makhluk.Dialah Alloh Azza Wa Jalla...Padamu kulabuhkan segala ketakutn, kecemasan,kesedihan hingga kedukaan. Akan selalu kubingkai dengan syukurku,walau masih tertatih,tapi kupercaya KAU lah sang maha lembut yang tak akan pernah membiarkan hamba-Nya berada dalam segala rasa kegalauan berkepanjangan...
Seperti Judul buku ini, La Tahzan. Maka janganlah bersedih wahai diriku. Bergembiralah selalu jiwaku. Bersiaplah menanti kehidupan yang sesungguhnya, alam barzah beserta akhirat yang selalu menunggu...Inna Sholati wanusuki wamahyaya wamahmati Lillahirabbil alamin...Dan (aku) menangis,...
With Tears,
W N ASelasa, 02 Agustus 2011
Wish You All The Best
Wish you all the best...
Hanya itu yang bisa aku tuliskan. Tuliskan? yup, sangat mustahil untuk mengucapkannya. Bukan hanya tentang
etika tapi lebih pada ketidak inginanku untuk melakukannya. Waktu memang bersahabat dengan kita, memisahkan dan membuat jarak sejauh-jauhnya hingga bersisa memori yang tidak lah lebih memenuhi separuh otak.Everythings it's over! sejak hari itu, hingga hari ini, kau telah kuletakkan di tempat yang semestinya. Yaitu di rak - rak masa lalu yang sengaja kuberi label : "Don't open this.Cause it's danger and so hurt!".
Semoga berkurangnya usia,semakin membuatmu bermanfaat bagi orang lain. Hal yang terpenting adalah agar kau segera menentukan pilihan dari segala rancangan yang telah kau buat. Aku bisa menghalau badai itu dan berdiri tegak seolah tak pernah terjadi apa-apa, itu pula yang kuharapkan ada padamu.So hurt,memang begitulah adanya. Sakitmu,melebihi sakitku, dan aku tau itu. Tapi sekali lagi, badai telah berlalu,mari membenahi "rumah" masing-masing. Rumahku dan rumahmu yang sempat porak-poranda oleh badai,yang mungkin disebabkan oleh kecerobohan (fatal)ku dan ketidakberuntunganmu.
Sorry for everytings. Buku lamamu aku tutup dan tak kan kubuka meski dengan alasan apapun itu...Ones again, wish you all the best.... Happy birthday my last july 19th..
nb. don't say anything when you find this note someday,july 19th
Sabtu, 23 Juli 2011
Aku (Akhirnya) Menerima...
Kau tau aku seorang pencemburu? ya,aku tau dengan pasti bahwa kau mengetahui itu. Sudah lama kita bersama dalam segala hal; pernah merenda tawa bahkan menyulam tawa bersama. Tapi mengapa semua kini hanya bersisa kekosongan - kekosongan tanpa arti? apakah kita tidak lagi saling peduli? atau justru tak pernah saling mengenal lagi.Lama mencari jawaban, hingga aku berdiri pada satu keyakinan bahwa semua kini telah berubah. Aku yang melihatmu berbeda dan kau (pun) yang melihatku (mungkin) tak seperti dulu.Kita berdiri diatas keyakinan masing - masing.
Telah banyak isyarat ku tujukan untukmu, telah sering tanda jengah kuberikan padamu, tapi (mungkin) kau tak pernah menangkapnya atau justru tidak benar-benar ingin menangkapnya.Aku pahami sikapmu yang tidak terlalu memperdulikan keadaan yang bergesekan denganmu. Seperti ucapanmu menanggapi tingkah seorang junior beberapa waktu silam : "Saya sih ngga terlalu pusing kalau ada orang yang ngambek.Biarain aja". Apa kau tau reaksi ku kala mendengar itu? sakit,kawan! meski tidak ditujukan untukku,namun pada akhirnya aku tau jawaban atas keresahan-keresahanku selama ini bahwa kita hanya bisa bersama tanpa bisa saling melengkapi.
Tidak ada yang salah. Aku, kau atau mereka. Bahkan dia yang kini begitu rapat denganmu,pun tak salah. Mungkin karena kini dia memandangmu "Sempurna" yang jenjangmu setara dengannya,Jenderal Bintang 3 dan memandangku tak lebih dari sosok labil yang tak memiliki kapasitas sebesar kau,dia dan mereka yang sering disebutnya sebagai TEAM. Astagfirulloh,semoga ini bukan jalan syeitan yang ingin membuatku membenci saudara-saudara seimanku sendiri. Tapi Ini hanya tentang caraku mengatur semuanya, kecewa hingga amarah.Tenanglah, aku tak akan menjadi serapuh dulu,yang dapat dengan mudah meninggalkan semuanya. Tapi justru ini yang membuatku untuk bangkit,meski pada akhirnya aku memilih jalur yang tidak memerlukan intensitas tinggi bersamamu. Aku hanya ingin berada dimana saja tanpa orang lain perlu men-Judge ku pada salah satu golongan saja. Tak perlulah mempertanyakan keimananku,Jika kau mengukur hanya dari intensitas pekanan-ku saja.
Aku memang pemberontak. Ini bukan soal sami'na wa atho'na nya kepada manusia,kawan.
Aku memang pemberontak. Ini bukan soal sami'na wa atho'na nya kepada manusia,kawan.
Tapi bagaimana caraku menjaga semuanya di rel yang kita sebut dakwah,dengan caraku sendiri. Cukup percaya,bahwa aku tak akan berkhianat. Aku hanya ingin menjadi jenderal yang mampu memainkan semua pedang dan menyelesaikan perang dengan caraku. Bukankah matahari di semua belahan bumi selalu sama sinarnya dan hangatnya dan selalu berkepastian arah terbit-terbenamnya,meski waktu terbit dan terbenam tidak pernah sama. Lihatlah bagaimana aku menjalani ini semua,aku percaya pada kedua kakiku. dan Aku (akhirnya) menerima...
n.b. Untukmu dan secuil pesan untuknya.Semoga kau dan dia (kali ini) mampu menangkap isyaratku....=)
n.b. Untukmu dan secuil pesan untuknya.Semoga kau dan dia (kali ini) mampu menangkap isyaratku....=)
With Tears,
W N A
W N A
Kamis, 23 Juni 2011
Kamu dan Kepahamanku..
Memahamimu,seperti membaca sebuah buku. Harus membalik setiap halaman, hingga jariku tiba di halaman akhir.Lalu kusimpulkan, itulah Kamu..
Memahamimu,seperti menaiki sebuah kapal. Harus terombang-ambing bersama ombak hingga tiba di dermaga.Lalu kusadari,itulah Kamu..
Memahamimu, seperti mendekap angin. Harus memejamkan mata, hingga hembusannya mampu menyentuh pori-pori terdalam. Lalu kurasakan, itulah Kamu..
Kamu dan Kepahamanku, seperti dua sisi mata uang berlawanan yang saling melengkapi,seperti mawar dan duri yang saling menghiasi. Pun seperti deretan angka bebeda yang saling menggenapi.
Hingga,
Dapat kusimpulkan bahwa kamu adalah kamu
Dapat Kusadari bahwa kamu adalah kamu
Dapat Kurasakan bahwa kamu adalah kamu
Dan,
Kepahamanku adalah milikku
Kepahamanku adalah lajurku
Kepahamanku adalah tabirku..
Karena kita bicara tentang dua hal sayang,Kamu dan Kepahamanku...
Memahamimu,seperti menaiki sebuah kapal. Harus terombang-ambing bersama ombak hingga tiba di dermaga.Lalu kusadari,itulah Kamu..
Memahamimu, seperti mendekap angin. Harus memejamkan mata, hingga hembusannya mampu menyentuh pori-pori terdalam. Lalu kurasakan, itulah Kamu..
Kamu dan Kepahamanku, seperti dua sisi mata uang berlawanan yang saling melengkapi,seperti mawar dan duri yang saling menghiasi. Pun seperti deretan angka bebeda yang saling menggenapi.
Hingga,
Dapat kusimpulkan bahwa kamu adalah kamu
Dapat Kusadari bahwa kamu adalah kamu
Dapat Kurasakan bahwa kamu adalah kamu
Dan,
Kepahamanku adalah milikku
Kepahamanku adalah lajurku
Kepahamanku adalah tabirku..
Karena kita bicara tentang dua hal sayang,Kamu dan Kepahamanku...
Jumat, 03 Juni 2011
Dahan Itu Patah !
Dahan itu patah, padahal kukira kokoh akarnya mampu menahan dari segala kepayahan. Dimakan usiakah? Mungkinkah karena usianya yang masih terlalu muda? atau justru karena aku yang terlalu sering memandanginya hingga dia tak mampu tumbuh sebagaimana harusnya?
Dahan itu patah, bisakah meyambungnya hingga menjadi utuh kembali? jika yang imitasi tak mampu mengganti bagian yang patah,tak masalah, akan ku cari dahan serupa meski ke bagian ujung dunia.Aku hanya ingin melihatnya utuh seperti semula.
Dahan itu patah,sedangkan aku ingin melihatnya tegak berdiri berpijak pada akar yang menghujam ke dalam tanah dan rimbun daun beserta dahan lengkap dengan percabangannya menjulang angkuh ke langit..
Dahan itu patah, bisakah meyambungnya hingga menjadi utuh kembali? jika yang imitasi tak mampu mengganti bagian yang patah,tak masalah, akan ku cari dahan serupa meski ke bagian ujung dunia.Aku hanya ingin melihatnya utuh seperti semula.
Dahan itu patah,sedangkan aku ingin melihatnya tegak berdiri berpijak pada akar yang menghujam ke dalam tanah dan rimbun daun beserta dahan lengkap dengan percabangannya menjulang angkuh ke langit..
Langganan:
Postingan (Atom)